Loading...

Minggu, 11 Desember 2011

makalah pengertian tauhid


PENGERTIAN TAUHID,RUANG LINGKUP SERTA OBJEK KAJIAN TAUHID
SEBUAH RESUME BUKU
DI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
TAHUN AJARAN 2011/2012
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Tauhid





                                                                       Di susun oleh:
RENDI
11690018

PRODI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Jl.Marsda Adisucipto,No. 1 Tlp.(0274)519739,Fax. (0274)540971 Yogyakarta 55281
2011
KATA PENGANTAR


Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala rahmat dan hidayah-Nya bagi semua penciptan-Nya.Shalawat serta salam semoga tetap di limpahkan kepada nabi besar kita Rasulullah Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam,beserta keluarga,para sahabat,dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Atas rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan tugas resume buku ini,yang bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Tauhid.Penulisan ini mengangkat judul “Pengertian Tauhid,Ruang Lingkup Serta Obyek Kajian Tauhid”.Pemilihan judul tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman penulis terhadap teori yang disesuaikan dengan materi kuliah tersebut.Ucapan terima kasih juga ditunjukan kepada:
1. Farida Musrifah,M.Ag,Selaku Dosen mata kuliah Tauhid
2.Anis Yuniati, M.Si.,selaku Dosen Pembimbing Akademik
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna,oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah penulis harapkan.Penulis mengucapkan banyak terimakasih atas perhatiannya dan semoga Tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.





Yogyakarta,…………..2011



                                                                                                                                       (Rendi)


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………2
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………….3
BAB I Pendahuluan
1.1.Latar Belakang………………………………………………………………………………4
1.2.Rumusan Masalah…………………………………………………………………………4
1.3.Tujuan Pembuatan Makalah…………………………………………………………5
1.4.Manfaat Pembuatan Makalah………………………………………………………5
1.5.Metode Pembuatan Makalah………………………………………………………5
1.6.Sistematika Makalah…………………………………………………………………….6
BAB II LANDASAN TEORI
2.1.Pengertian Ilmu Tauhid…………………………………………………………………7
2.2.Nama-nama Ilmu Tauhid………………………………………………………………7
2.3.Sejarah ilmu tauhid………………………………………………………………………7
BAB III pembahasan
3.1.Pengertian Tauhid…………………………………………………………………………9
3.2.Macam-Macam Tauhid…………………………………………………………………9
3.3.Ruang Lingkup Tauhid…………………………………………………………………15
BAB IV PENUTUP
4.1.Kesimpulan…………………………………………………………………………………18
4.2.Saran……………………………………………………………………………………………18
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………19

                                                 BAB I
PENDAHULUAN


1.1.LATAR BELAKANG
Pembahasan mengenai Tauhid merupakan hal yang paling urgen dalam Agama Islam, dimana Tauhid mengambil peranan penting dalam membentuk pribadi-pribadi yang tangguh, selain itu juga sebagai inti atau akar daripada ‘Aqidah Islamiyah. Kalimat Tauhid atau lebih dikenal dengan kalimat Syahadat atau juga disebut Kalimah Thayyibah (Laailaahaillallah) begitu masyhur di kalangan umat Islam. Dalam kesehariannya, seorang muslim melafalkan kalimat tersebut dalam setiap shalat wajibnya yang lima waktu.
              Namun rupanya masih banyak orang islam yang belum menganali ilmu tauhid baik pada pengertian,ruang lingkup,objek kajian tauhid,maupun terhadap konsekuensi-konsekuensinya dan sebagian dari orang islam sendiri masih banyak yang hanya mengaku islam saja namun  mereka menganggap ilmu tauhid adalah ilmu yang kurang penting padahal ilmu tauhid adalah rukun keimanan yang nomor satu yang paling penting dari semuanya.oleh karena itu penulis mengambil materi tentang “pengertian Tauhid,ruang lingkup,serta objek kajian tauhid”
Diharapkan dari penulisan makalah ini selain untuk memenuhi tugas mata kuliah tauhid juga bisa  menambah luas pengetahuan pembaca tentang ilmu tauhid.

1.2.RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah diatas,maka dirumuskan masalah sebagai berikut:
Ø  Apakah pengertian dari ilmu Tauhid?
Ø  Ada berapa macamkah Tauhid itu?
Ø  Bagaimanakah ruang lingkup ilmu tauhid?
Ø  Apasajakah objek kajian tentang Tauhid?





1.3.TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibahas diatas maka tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
Ø  Mengetahui pengertian dari ilmu tauhid
Ø  Mengetahui macam-macam Tauhid
Ø  Mengetahui ruang lingkup ilmu tauhid dan objek kajian tauhid
1.4.MANFAAT PEMBUATAN MAKALAH
Berdasarkan tujuan dari pembuatan makalah diatas maka penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat terhadap beberapa kalangan.Yaitu:
ü  Penulis
ü  Mahasiswa
ü  Dosen,dan
ü  Masyarakat
1.5.METODE PEMBUATAN MAKALAH
Dalam makalah ini,Penulis mengumpulkan sejumlah data yang ada dengan penggunaan metode meresume buku sebagai metode dasar dan sekaligus suatu syarat pembuatan makalah dari dosen mata kuliah tauhid,selain itu penulis juga mengambil tambahan materi dari salah satu situs jejaring sosial.
1.6.SISTEMATIKA MAKALAH
BAB I Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
1.2.Rumusan Masalah
1.3.Tujuan Pembuatan Makalah
1.4.Manfaat Pembuatan Makalah
1.5.Metode Pembuatan Makalah
BAB II LANDASAN TEORI
2.1.Pengertian Ilmu Tauhid
2.2.Nama-nama Ilmu Tauhid
2.3.Sejarah ilmu tauhid
BAB III pembahasan
3.1.Pengertian Tauhid
3.2.Macam-Macam Tauhid
3.3.Ruang Lingkup Tauhid
BAB IV PENUTUP
4.1.Kesimpulan
4.2.Saran 
BAB II
LANDASAN TEORI



2.1.PENGERTIAN ILMU TAUHID
Perkataan Tauhid berasal dari Bahasa Arab, masdar dari kata Wahhada-Yuwahhidu. Secara Etimologis, tauhid berarti Keesaan.Maksudnya, ittikad atau keyakinan bahwa Allah SWT adalah Esa,Tunggal; Satu. Pengertian ini sejalan dengan pengertian Tauhid yang digunakan dalam Bahasa Indonesia, yakni “Keesaan Allah “ ;Mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah .

2.2.NAMA-NAMA ILMU TAUHID
Ilmu ini dinamakan ilmu tauhid karena pokok bahasannya dititik beratkan kepada keesaan Allah SWT. Ilmu ini dinamakn ilmu kalam karena dalam pembahasannya mengenai eksistensi Tuhan dan hal-hal yang berhubungan dengan-Nya digunakan argumentasiargumentasi filosofis dengan menggunakan Logika atau Mantik.Ilmu Tauhid dinamakan juga ilmu Ushuluddin karena objek bahasan utamanya adalah dasar-dasar agama yang merupakan masalah esensial dalam ajaran islam.Meskipun nama yang diberikan berbeda-beda, namun inti pokok pembahasan ilmu tauhid adalah sama, yaitu wujud Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan-Nya.

3.3.SEJARAH ILMU TAUHID
Pada zaman khalifah Abu Bakar ( 632-634 M ) dan Umar bin Khattab ( 634-644 ) problema keagamaan juga masih relatif kecil termasuk masalah aqidah. Tapi setelah Umar wafat dan Ustman bin Affan naik tahta ( 644-656 ) fitnah pun timbul. Abdullah bin Saba’,seorang Yahudi asal Yaman yang mengaku Muslim, salah seorang penyulut pergolakan.Meskipun itu ditiupkan, Abdullah bin Saba’ pada masa pemerintahan Ustman namun kemelut yang serius justru terjadi di kalangan Umat Islam setelah Ustman mati terbunuh ( 656 ).Perselisihan di kalangan Umat islam terus berlanjut di zamanpemerintahan Ali bin Abi Thalib ( 656-661 ) dengan terjadinya perangsaudara, pertama, perang Ali dengan Zubair, Thalhah dan Aisyahyang dikenal dengan perang jamal, kedua, perang antara Ali dan Muawiyah yang dikenal dengan perang Shiffin.Pertempuran dengan Zubair dan kawan-kawan dimenangkan oleh Ali, sedangkan dengan Muawiyah berakhir dengan tahkim( Arbritrase ).Hal ini berpengaruh pada perkembangan tauhid, terutama lahirdan tumbuhnya aliran-aliran Teologi dalam islam.
Pada zaman Bani Umayyah ( 661-750 M ) masalah aqidah menjadi perdebatan yang hangat di kalangan umat islam. Di zaman inilah lahir berbagai aliran teologi seperti Murji’ah, Qadariah,Jabariah dan Mu’tazilah.Pada zaman Bani Abbas ( 750-1258 M ) Filsafat Yunani dan
Sains banyak dipelajari Umat Islam. Masalah Tauhid mendapat tantangan cukup berat.Kaum Muslimin tidak bisa mematahkan argumentasi filosofisorang lain tanpa mereka menggunakan senjata filsafat dan rasional pula. Untuk itu bangkitlah Mu’tazilah mempertahankan ketauhidan
dengan argumentasi-argumentasi filosofis tersebut.Namun sikap Mu’tazilah yang terlalu mengagungkan akal dan melahirkan berbagai pendapat controversial menyebabkan kaum tradisional tidak menyukainya.Akhirnya lahir aliran Ahlussunnah Waljama’ah dengan Tokoh
besarnya Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi. 

BAB III 
PEMBAHASAN


3.1.PENGERTIAN ILMU TAUHID
Perkataan Tauhid berasal dari Bahasa Arab, masdar dari kata Wahhada-Yuwahhidu. Secara Etimologis, tauhid berarti Keesaan.Maksudnya, ittikad atau keyakinan bahwa Allah SWT adalah Esa,Tunggal; Satu. Pengertian ini sejalan dengan pengertian Tauhid yang digunakan dalam Bahasa Indonesia, yakni “Keesaan Allah “ ;Mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah ; Mengesakan Allah.Husain Affandi al-Jasr mengatakan :“ Ilmu Tauhid adalah ilmu yang membahas hal-hal yang menetapkan Akidah agama dengan dalil-dalil yang meyakinkan “.Dengan redaksi yang berbeda dan sisi pandang yang lain, ibnuKhaldun mengatakan bahawa Ilmu Tauhid adalah :“ Ilmu yang berisi alasan-alasan dari aqidah keimanan dengan dalil-dalil Aqliyah dan berisi pula alasan-alsan bantahan terhadap orang-orang yang menyeleweng Aqidah Salaf dan Ahli Sunnah “.Disamping definisi-definisi di atas masih banyak definisi yang lain yang dikemukakan oleh para Ahli. Nampaknya, belum ada kesepakatan kata dintara mereka mengenai definisi ilmu tauhid ini.Meskipun demikian, apabila disimak apa yang tersurat dan tersirat dari definisi-definisi yang diberikan mereka, masalah tauhid berkisar pada persoalan-persoalan yang berhubungan dengan Allah, Rasul,atau Nabi, dan hal-hal yang berkenaan dengan kehidupan manusia yang sudah mati.Para Ulama’ sependapat, mempelajari Tauhid hukumnya wajib bagi seorang Muslim, kewajiban itu bukan saja didasarkan pada alas an rasio bahwa Aqidah merupakan dasar pertama dan utama dalam islam,tetapi juga didasarkan pada dalil-dalil naqli, Al-Qur’an dan Hadist.

3.2.MACAM-MACAM TAUHID
Tauhid adalah mayakini keesaan Allah dalam rububiyah,ikhlas beribadah kepadaNya,serta menetapkan bagiNya nama-nama dan sifat-sifatNya.Dengan demikian,tauhid ada tiga macam:tauhid rububiyah,tauhid uluhiyah,serta tauhid asma’wa sifat.setiap macam dari ketiga macam tauhid itu memiliki makna yang harus dijelaskan agar perbedaan antara ketiganya menjadi terang.
a.Tauhid Rububiyah
Tauhid Rububiyah yaitu mengesakan Allah dalam segala perbuatanNya,dengan meyakini bahwa dia sendiri yang menciptakan segenap makhluk.Allah berfirman:
                 Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.(Az-Zumar ayat 62)
Bahwasanya Dia adalah pemberi rizki bagi setiap manusia,binatang dan makhluk lainnya.Allah berfirman:
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).(Hud ayat 6)
Dan bahwasanya Dia adalah penguasa alam dan pengatur alam semesta,Dia yang mengangkat dan menurunkan,dia yang memuliakan dan menghinakan,maha kuasa atas segala sesuatu.Pengatur rotasi siang dan malam,yang menghidupkan dan yang mematikan.Allah berfirman:
http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s003/a026.png
Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Ali Imran ayat 26)
http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s003/a027.png

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup [191]. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".(Ali Imran ayat 27)
Jadi jenis tauhid ini diakui semua orang.Tidak ada umat manapun yang menyangkalnya.Bahkan hati manusia sudah difitrahkan untuk mengakuiNya,melebihi fitrah pengakuan terhadap lainNya.Begitu pula orang-orang yang mengingkarinya dizaman ini,seperti komunis.Mereka hanya menampakkan keingkaran karena kesombongannya.Akan tetapi pada hakikatnya,secara diam-diam batin mereka meyakini bahwa tidak ada satu makhluk atau bendapun yang ada tanpa pencipta dan tidak ada pengaruh apapun kecuali pasti ada yang mempengaruhinya.Adapun pengingkaran ini mereka lakukan hanyalah karena kesombongan dan penolakan terhadap hasil renungan dan pemikiran akal sehat.Siapa saja yang memiliki sifat seperti ini maka dia telah membuang akalnya dan mengfajak orang lain untuk menertawakan dirinya.[1]
b.Tauhid uluhiyah
Uluhiyah adalah Ibadah
Tauhid uluhiyah adalah mengesakan Allah dengan perbuatan para hamba berdasarkan niat taqarrub yang disyariatkan seperti  doa,nadzar,kurban,takutt,tawakkal,dan lain sebagainya.Dan jenis tauhid ini adalah inti dakwah para rasul,karena tauhid ini adalah asas dan pondasi tempat dibangunnya seluruh amal.Tanpa merealisasikannya,semua amal ibadah tidak akan diterima.Karena kalau tidak terwujud ,maka bercokollah lawannya yaitu syirik.Sedangkan Allah berfirman:
surat : An-Nisaa Ayat : 48http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s004/a048.png
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Dan tauhid jenis ini adalah kewajiban pertama segenap hamba.Allah berfirman,
surah / surat : An-Nisaa Ayat : 36http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s004/a036.png
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
surah / surat : Al-Israa' Ayat : 23http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s017/a023.png

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia
surah / surat : Al-An'am Ayat : 151http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s006/a151.png

Katakanlah: "Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

Maksudnya yang dibenarkan oleh syara' seperti qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya.[2]




c.Tauhid asma’wa sifat
Tauhid asma’ wa sifat adalah beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya,sebagaimana yang diterangkan dalam al-Qur’an dan sunnah RasulNya menurut apa yang pantas bagi Allah tanpa ta’thil,tanpa takhyif,dan tamtsil berdasarkan firman Allah:

surah / surat : Asy-Syuura Ayat : 11http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s042/a011.png

 (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamuberkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.
Allah menafikan jika ada sesuatu yang menyerupaiNya,dan dia menetapkan bahwa dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat.Maka Dia diberi nama dan disifati dengan nama dan sifat yang Dia berikan untuk diriNya.Al-Qur’an dan as-sunnah dalam hal ini tidak boleh dilanggar,karena tidak seorangpun yang mengetahui Allah daripada Allah sendiri,dan tidak ada sesudah Allah orang yang lebih mengetahui Allah daripada Rasulnya.Maka barang siapa yang mengingkari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya atau menamai Allah dan menyifatiNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya,atau menakwilkan dari maknanya yang benar,maka dia telah berbicara tentang Allah tanpa ilmu dan berdusta terhadap Allah dan RasulNya.Allah berfirman:
surah / surat : Al-Kahfi Ayat : 15http://www.alquran-indonesia.com/images/alquran/s018/a015.png

Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?[3]

Sifat-sifat wajib dan sifat-sifat mustahil Allah SWT
Sifat Wajib Allah :
1 Wujud: Ada Mustahil Allah tidak ada
2 Qidam: sedia Mustahil Allah didahului oleh adam
3 Baqa: kekal Mustahil Allah dikatakan (fana) binasa
4 Mukhalafatul lilhawadisi: tidak sama dengan mahluk ciptaan-Nya Mustahil Allah sama dengan mahluk yang baharu.
5 Qiyamuhu binafsih: berdiri dengan diri-Nya sendiri Mustahil Allah tidak berdiri dengan diri-Nya sendiri
6 Wahdaniyat: Esa Mustahil Allah mempunyai dzat, sifat dan perangai yang berbilang-bilang
7 Qodrat: kuasa Mustahil Allah lemah dan tidak berkuasa
8 Iradat: menentukan Mustahil Allah terpaksa dan dipaksa
9 Ilmu: mengetahui Mustahil Allah tidak mengetahui
10 Hayat: hidup Mustahil Allah tiada atau mati
11 Sama’: mendengar Mustahil Allah tuli
12 Basar: melihat Mustahil Allah buta
13 Kalam: berkata-kata Mustahil Allah bisu
14 Qoodirun: maha kuasa Mustahil Allah lemah
15 Mudirun: menentukan Mustahil Allah terpaksa atau dipaksa
16 Alimun: maha mengetahui Mustahil Allah jahil

• Sifat jaiz Allah
فعل كل ممكن أوتركه
Dari keterangan diatas Allah itu bebas melakukan hal yang mungkin tidak mungkin.

b) Sifat-sifat Rasul
• Sifat-sifat wajib rasul
1) Siddiq: benar didalam tutur kata dan tingkah laku
2) Amanah: dapat dipercaya
3) Tabligh: menyampaikan wahyu yang diterima dari Allah
4) Fatonah: kecerdikan, kepintaran dan kebijaksanaan
• Sifat-sifat mustahil rasul
1) Kazib: dosa
2) Khianat : curang
3) Khitman: menyembunyikan
4) Kafih: bodoh
4. Materi Ilmu Tauhid
                 Adalah dapat dipastikan bahwa esensi peradaban islam adalah islam itu sendiri dan esensi islam adalah tauhid. Dua premis dasar ini berswa-bukti, tidak bisa diragukan oleh orang-orang yang termasuk dalam peradaban islam atau yang termasuk didalamnya bahwa kebudataan islam dan peradaban islam mempunyai suatu esesnsi pengetahuan yaitu tauhid.



3.3.RUANG LINGKUP TAUHID
Aspek pokok dalam ilmu Tauhid adalah keyakinan akan eksistensi Allah Yang Maha Sempurna. Karena itu, ruang lingkup pembahasan dalam ilmu tauhid yang pokok adalah :
1. Hal-hal yang berhubungan dengan Allah SWT atau mabda. Dalam bagian ini termasuk pula masalah takdir.

2. Hal-hal yang berhubungan dengan utusan Allah sebagai perantara antara manusia dan Allah, atau disebut pula wasithah. Meliputi : Malaikat, Nabi/Rasul, dan kitab-kitab suci.

3. Hal-hal yang berhubungan dengan hari yang akan datang, atau disebut juga ma’ad, meliputi : surga, neraka, dan sebagainya.
Ketiga ruang lingkup di atas terangkum dalam pembahasan rukun iman, yaitu Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, Rasul-Rasul, hari Kiamat, dan iman kepada qadha dan qadar.

1. Iman kepada Allah
Yang dimaksud dengan iman kepada Allah ialah percaya sepenuhnya, tanpa keraguan sedikitpun, akan adanya Allah SWT Yang Maha Esa dan Maha Sempurna, baik zat, sifat, maupun af’al (perbuatan)-Nya. Kemudian mengkuti sepenuhnya bimbingan Allah dan Rasul-Nya serta melaksanakan perintah dan menjauhi Larangan-Nya dengan penuh keikhlasan.Keimanan seseorang kepada Allah ini sangat berpengaruh terhadap hidup dan kehidupannya, antara lain:
a. Ketakwaannya akan selalu meningkat.
b. Kekuatan batin, ketabahan, keberanian, dan harga dirinya akan timbul karena ia hanya mengabdi kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya. Tidak kepada yang lain.
c. Rasa aman, damai, dan tentram akan bersemi dalam jiwanya karena ia telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
2. Iman kepada Malaikat
Iman kepada malaikat mengandung arti bahwa seseorang percaya sepenuhnya bahwa Allah mempunyani sejenis makhluk yang disebut malaikat, makhluk mulia yang tidak pernah durhaka kepada Tuhan dan senantiasa taat menjalankan tugas dan kewajibannya.
Keimanan kepada malaikat membawa pengaruh positif bagi seseorang, antara lain ia akan selalu berhati-hati dalam setiap perkataan dan perbuatan sebab malaikat selalu berada di dekatnya, merekam apa yang ia katakan dan ia perbuat itu.
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
Beriman kepada kitab-kitab Allah ialah mempercayai bahwa Allah menurunkan beberapa kitab kepada Rasul untuk menjadi pegangan dan pedoman hidup bagi manusia dalam mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Kitab-kitab yang diturunkan Allah kepada para Rasul itu cukup banyak, namun yang secara jelas disebutkan di dalam Al-Quran hanya empat : Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur’an. Masing-masing kitab tersebut diturunkan kepada Nabi Musa, Daud, Isa, dan Muhammad.
Pengaruh-pengaruh keimanan kepada kitab-kitab Allah terhadap seseorang antara lain :
a. Mendidik toleransi terhadap pemeluk agama lain.
b. Memberikan keyakinan yang penuh bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang paling lengkap dan sempurna, lebih baik dari kitab-kitab suci lainnya, karena ia diturunkan kemudian dan merupakan kitab suci terakhir dari Allah SWT.

4. Iman kepada Nabi/ Rasul
Pengertiannya beriman kepada nabi dan rasul ialah keyakinan dan kepercayaan bahwa Allah telah memilih beberapa orang di antara manusia, memberikan wahyu kepada mereka, dan menjadikan mereka sebagai utusan (rasul) untuk membimbing manusia ke jalan yang benar.
Para ulama biasanya membedakan antara nabi dan rasul. Nabi adalah seseorang yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri tanpa kewajiban menyampaikan wahyu itu kepada umat. Sedangkan rasul adalah seseorang yang menerima wahyu dari Tuhan untuk dirinya dan untuk orang lain (umat). Rasul dibebani tugas menyampaikan wahyu tersebut kepada kaum dan umatnya. Jumlah nabi/ rasul yang dicantumkan Allah di dalam Al-Qur’an adalah 25 orang.Dampak positif dari beriman kepada nabi dan rasul ini antara lain :
a. Menebalkan rasa toleransi beragama.
b. Memberi keyakinan bahwa misi para rasul adalah untuk membahagiakan umat manusia, baik di dunia maupun di akhirat.
c. Mempertebal keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT sebab Allah dengan penuh cinta dan kasih-Nya selalu mengutus rasul untuk membimbing umat manusia agar mereka tidak tersesat dan dapat mencapai kebahagiaan hidup.

5. Iman kepada Hari Kiamat.
Yang dimaksud dengan hari kiamat (hari akhir) ialah hari kehancuran alam semesta. Segala yang ada di dunia ini akan musnah dan semua makhluk hidup akan mati. Selanjutnya alam berganti dengan yang baru disebut dengan alam akhirat.Hal-hal yang berhubungan dengan hari kiamat ini antara lain adalah al-ba’ts (kebangkitan dari kubur), hisab (perhitungan amal baik dan buruk manusia yang dilakukan selama ia berada di dunia), al-shirath (jalan yang terbentang di atas punggung neraka), surga, dan neraka.Keimanan kepada hari kiamat memberikan pengaruh positif bagi kehidupan manusia :
a. Manusia akan senantiasa menjaga dan memelihara diri dari melakukan perbuatan dosa dan maksiat dan akan selalu taat dan bakti kepada Tuhan karena segala amal, baik atau buruk akan ada balasannya di hari akhirat.
b. Manusia akan sabar dalam menghadapi segala cobaan dan penderitaan hidup karena ia yakin bahwa kesenangan dan kebahagiaan hidup yang sesungguhnya adalah di akhirat nanti.
c. Manusia memiliki tujuan yang jelas yang ingin dicapai dalam setiap gerak dan tindakan yang dilakukannya, yaitu kebijakan yang dapat membawanya kepada kebahagiaan hidup di akhirat.

6. Iman kepada Qadha dan Qadar
Beriman kepada qadha dan qadar berarti seseorang mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah menjadikan segala makhluk dengan kudrat dan iradat-Nya dan dengan segala hikmahnya. Qadha artinya ketentuan-ketentuan yang ditetapkan Allah SWT dalam alam semesta. Misalnya, bulan mengedari bumi, api sifatnya membakar, dan benda tajam sifatnya melukai. Sedangkan qadar berarti sesuatu yang belum ditetapkan benar-benar, tetapi jika diqadhakan barulah ia menjadi kenyataan.Iman kepada qadha dan qadar atau sering pula disebut iman kepada takdir sama sekali tidak dimaksudkan untuk menjadikan manusia lemah, pasif, statis, dan apatis; manusia yang menyerah tanpa usaha. Iman kepada takdir, bahkan, mengharuskan manusia bangkit dan berusaha keras untuk mencapai takdir yang sesuai dengan kehendak yang diinginkan.Manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh yang beriman kepada qadha dan qadar antara lain :
a. Mendorong lahirnya keberanian dalam menegakkan kebenaran.
b. Menimbulkan ketenangan jiwa dan pikiran, tidak putus asa dalam menghadapi setiap persoalan, dan selalu tawakal kepada Allah SWT.
c. Inti ajaran islam itu adalah tauhid dan lebih dalam lagi adalah pengakuan yang bulat bahwa Tuhan adalah Allah kemudian berpegang teguh (istiqamah) terhadap pengakuan itu.



BAB IV
PENUTUP


4.1.KESIMPULAN
Ilmu Tauhid adalah ilmu yang membahas tentang Allah SWT, baik sifat-sifat yang wajib pada-Nya, sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, dan sifat yang sama sekali harus ditiadakan dari pada-Nya, serta tentang rasul-rasul-Nya untuk menentukan kerasulan mereka, hal-hal yang wajib ada dalam diri mereka, hal-hal yang boleh dikaitkan (dinisbahkan) kepada mereka, dan hal-hal yang terlarang untuk mengaitkannya kepada mereka.
                Adapun pokok pembahasannya yang paling penting adalah menetapkan keesaan (wahdah) Allah SWT dalam dzat-Nya. Dalam menerima peribadatan dari mahluk-Nya, dan meyakini bahwa Dia-lah tempat kembali, satu-satunya tujuan. Kemudian mengenai materi yang terkandung dalam tauhid ada tiga macam, yaitu tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan mulkiyyah dimana ketiganya saling terkait antara satu sama lain.
4.2.SARAN
Berdasarkan keadaan yang ada dalam masyarakat luas masih banyak yang belum mengerti apa itu tauhid maka dari itu penulis menyarankan kepada para pembaca supaya lebih memahami apa itu tauhid mengingat pentingnya tauhid didalam Agama Islam.
 Demikianlah makalah tentang Ilmu Tauhid (Materi dan Obyek Kajiannya) yang kami buat. Semoga sedikit uraian kami ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Penulis sangat menyadari, bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu penulis sangat mengharapkan adanya kritikan yang konstruktif dan sistematis dari pembaca yang budiman, guna melahirkan penyusulan makalah selanjutnya yang lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA
Dr.Shalih bin Fauzan bin Abdullah al-Fauzan.2010.Kitab Tauhid I.Jakarta:Darul Haq





[1] Kitab Tauhid I,hal 17
[2] Kitab Tauhid I,hal 51
[3] Kitab Tauhid I,hal 95

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar